“Jakarta punya monorail” … Bali
ada Balifornia … Ternate ada gunung Gamalama … Manado ada Bunaken … Papua ada
burung Kasuari, berjuta mineral dalam buminya.Bagaimana pendidikan di wilayah yang
memiliki keunggulan lokal bahkan mampu bersaing secara global, apakah anak
sekolah di Jakarta tahu dan bisa optimalkan potensi Jakarta … atau bahkan tak
peduli tentang keunggulannya …. silahkan simak sedikit tumpahan workshop
bersama Puskur Balitbang Depdiknas RISejak tahun 1998, terjadi perubahan
yang sangat mendasar terhadap semua aspek kehidupan Bangsa Indonesia. Perubahan
itu disebabkan oleh perubahan politik dan tata pemerintahan yang semula
bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Dalam pemerintahan sentralistik,
hampir semua kebijakan penting dan kendali pemerintahan dilakukan oleh
pemerintah pusat. Pemerintah Daerah, propinsi dan kabupaten/kota menjadi
pelaksana dari kebijakan pemerintah pusat, Jakarta. Pada saat ini fungsi dan wewenang
pemerintah daerah lebih besar dalam membuat kebijakan dan melaksanakannnya
sesuai dengan variasi potensi, dan kepentingan pengembangan daerahnya
masing-masing.Salah satu desentralisasi pendidikan
adalah desentralisasi kurikulum. Pemerintah, c.q. Departemen Pendidikan
Nasional hanya menentukan standar-standar minimal yang harus dipenuhi oleh
satuan pendidikan di tingkat daerah. Standar minimal itu berupa standar
kompetensi lulusan, standar isi, standar evaluasi, dan standar sarana dan
prasarana. Pengembangan lebih jauh terhadap standar-standar tersebut diserahkan
kepada daerah masing-masing. Dengan adanya desentralisasi kebijakan itu, maka
daerah dapat mengembangkan potensi wilayahnya sesuai dengan situasi dan kondisi
setempat. Salah satu kebijakan yang dapat dikembangkan adalah membuat kurikulum
sekolah yang berbasis keunggulan lokal dan global.Berdasarkan peraturan
perundang-undangan di atas sudah diatur bahwa pelaksanaan pendidikan di luar
kewenangan pemerintah pusat dan harus dilakukan di daerah. Oleh karena itu
pengembangan kurikulum sebagai salah satu substansi utama dalam pengembangan
pendidikan perlu di desentralisasikan, terutama kebutuhan siswa, keadaan
sekolah dan kondisi daerah. Dengan demikian daerah atau sekolah memiliki cukup
kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan.
Sehubungan dengan kondisi daerah dan potensi daerah di Indonesia yang cukup
beragam, maka daerah perlu menggali, meningkatkan dan mempromosikan potensinya
melalui pendidikan di sekolah.
Masing-masing daerah mempunyai keunggulan potensi daerah yang perlu dikembangkan yang lebih baik lagi. Keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing daerah sangat bervariasi. Dengan kebergaman potensi daerah ini pengembangan potensi dan keunggulan daerah perlu mendapatkan perhatian secara khusus bagi pemerintah daerah sehingga anak-anak tidak. Sehingga anak-anak daerah tidak asing dengan daerahnya sendiri dan faham betul tentang potensi dan nilai-nilai serta budaya daerahnya sendiri, sehingga anak-anak dapat mengembangkan dan memberdayakan potensi daerahnya sesuai dengan tuntutan ekonomi global yang telah disepakati oleh pemerintah Indonesia. Diharapkan dengan ekonomi global tersebut, masing-masing daerah ingin berlomba bersaing dengan negara lain untuk memasarkan keunggulan daerahnya sendiri.
Pendidikan berbasis keunggulan lokal
dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan global
dalam aspek ekonomi, seni budaya, SDM, bahasa, teknologi informasi dan
komunikasi, ekologi, dan lain-lain ke dalam kurikulum sekolah yang akhirnya
bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik yang dapat dimanfaatkan
untuk persaingan global.Keunggulan lokal adalah hasil bumi,
kreasi seni, tradisi, budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya
manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah.Keunggulan yang dimiliki suatu daerah
dapat lebih memberdayakan penduduknya sehingga mampu meningkatkan pendapatan
atau meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Karena manfaat dan pendapatan
yang diperoleh menjadikan penduduk daerah tersebut berupaya untuk melindungi,
melestarikan dan meningkatkan kualitas keunggulan lokal yang dimiliki daerahnya
sehingga bermanfaat bagi penduduk daerah setempat serta mampu mendorong
persaingan secara kompetitif pada tingkat nasional maupun global. Dengan
memberdayakan keunggulan lokal dan global dapat menjawab permasalahan yang ada,
antara lain :a. Keunggulan lokal dan global apa
yang dapat dikembangkanb. Adakah manfaatnya bagi masyarakatc. Bagaimana cara mengembangkannyad. Bagaimana cara pembelajarannya
yang efektif dan efesiene. Infrastruktur apa yang diperlukanf. Berapa lama pembelajaran
keunggulan lokal dan global dilaksanakan
TUJUAN
Tujuan penyelenggaraan pendidikan
berbasis keunggulan lokal dan global adalah agar siswa mengetahui keunggulan
lokal daerah dimana dia tinggal, memahami berbagai aspek yang berhubungan
dengan keunggulan lokal daerah tersebut, selanjutnya siswa mampu mengolah
sumber daya, terlibat dalam pelayanan / jasa atau kegiatan lain yang berkaitan
dengan keunggulan lokal sehingga memperoleh pendapatan dan melestarikan budaya
/ tradisi / sumber daya yang menjadi ungulan daerah serta mampu
bersaing secara nasional maupun global. Supaya
keunggulan yang dimiliki daerah dapat dipahami siswa dan keunggulan daerah
dapat menyejahterakan masyarakatnya diharapkan keunggulan daerah dapat menjadi
kebanggaan bagi masyarakat pada umumnya.
Sehingga masyarakat dapat menjaga kelestarian potensi daerahnya dan dapat
memanfaatkan potensi daerahnya sendiri dengan semaksimal mungkin, sehingga
bermanfaat bagi hidupnya, dan bagi masyarakat pada umumnya.
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup penyelenggaraan
pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global :1. Lingkup situasi dan kondisi
daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tersebut yang berkaitan
dengan lingkungan alam, sosial, ekonomi, seni dan budaya atau lainnya yang
berupa hasil bumi, tradisi, pelayanan/jasa, tenaga kerja atau lainnya
yang menjadi keunggulan suatu daerah.2. Lingkup keunggulan
lokal dan global, adalah mencakup potensi keunggulan lokal,bagaimana mengelola,
mengolah/mengemas, menggali, meningkatkan, mengoptimalkan, mempromosikan,
memasarkan atau proses lainnya yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi daerah
sehingga dapat meningkatkan tarap hidup / kesejahteraan maupun Pendapatan
Asli daerah (PAD) dan mampu bersaing secara global. Maka dipandang perlu
Penyelenggaraan Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan di
SD/MI, SMP/MTs/SMPLB DAN SMA/MA/SMALB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar